5 Landmark Terkenal yang Dibangun Pakai Uang Judi

Jakarta, CNBC Indonesia –¬†Lotre adalah salah satu jenis judi untuk mendapatkan uang atau hadiah. Biasanya, orang mengikuti lotre untuk sekadar menguji keberuntungan.

Di Indonesia, lotre adalah ilegal karena masuk dalam kategori judi. Namun, sejumlah proyek atau fasilitas umum terkenal di dunia ternyata dibangun dengan uang hasil lotre. Apa saja? Berikut ulasannya,. 

Mungkin kedengarannya tidak masuk akal. Namun, sejumlah proyek atau fasilitas umum di dunia ternyata pernah dibayar dengan hasil lotre. Apa saja? Berikut ulasannya, melansir dari berbagai sumber.

1. Tembok Besar China

Tembok Besar China

Tembok Besar China adalah simbol dari Negeri Tirai Bambu yang terkenal dan memiliki sejarah yang panjang.

Menurut History, Tembok Besar China atau Great Wall of China digagas oleh Kaisar Qin Shi Huang pada abad ketiga sebelum masehi (SM) untuk mencegah serangan dari nomaden bar-bar.

Melansir dari The New Yorker, sejarah munculnya Keno atau lotre China berkaitan erat dengan pembangunan Tembok Besar China. Konon, Keno berasal dari Dinasti Han yang diadakan untuk membantu biaya pembangunan tembok yang terletak di distrik Huairou ini.

Keno yang muncul antara 205 dan 187 SM ini juga diyakini membantu proyek-proyek pemerintahan Kekaisaran China pada zaman dahulu.

2. Gedung Opera Sydney

FILE PHOTO: A person in protective face mask walks along the harbour waterfront across from the Sydney Opera House during a lockdown to curb the spread of coronavirus disease (COVID-19) outbreak in Sydney, Australia, October 6, 2021. REUTERS/Loren Elliott/File Photo

Gedung Opera Sydney adalah salah satu destinasi unggulan Australia di negara bagian New South Wales. Fasilitas seni pertunjukan serbaguna ini telah ditetapkan sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO.

Namun, tahukah Anda kalau sebagian besar dana pembangunan Gedung Opera Sydney diperoleh dari lotre?

Menurut laman resmi Sydney Opera House, pada awalnya biaya pembangunan Gedung Opera Sydney diperkirakan mencapai $7 juta. Namun, biaya akhir pembangunan ternyata jauh dari perkiraan, yakni $102 juta dan sebagian besar ditanggung oleh lotre.

“Biaya akhir adalah $102 juta dan sebagian besar dibayar oleh lotre negara,” tulis keterangan Sydney Opera House, dikutip Rabu (24/1/2024).

Menurut Museums of History NSW yang dikelola Pemerintah New South Wales, pada 10 Januari 1958 lotre Gedung Opera pertama diundi setelah sebelumnya dijual perdana pada November 1957.

Pada saat itu, tiket lotre dibanderol seharga $10 dengan hadiah utama $200 ribu. Adapun, lotre Gedung Opera terakhir diundi pada September 1986.

“Lotre mulai dijual pada November 1957 dalam upaya mengumpulkan uang untuk pembangunan Gedung Opera baru,” tulis Museums of History NSW.

3. Pemukiman di Amerika Serikat

Melansir dari Vox, lotre disebut sebagai landasan bagi jalannya pemerintahan di Amerika Serikat dan pemukiman Eropa di Amerika Utara pada era 1700-an dan 1800-an. Pada masa kolonial, warga Amerika beralih ke lotre dengan harapan pemerintah dapat memberikan layanan tanpa menaikkan pajak.

Jauh sebelum Amerika merdeka, lotre sangat penting untuk mendanai pemukiman orang Inggris di Amerika Utara. Pada 1612, para pemimpin Virginia Company mengungkapkan kekhawatiran tentang pemukiman baru di Jamestown kepada Raja James.

Alih-alih memberi bantuan kerajaan secara langsung, Raja James mengizinkan perusahaan mengadakan lotere untuk mengumpulkan dana. Hasilnya, lotre mengumpulkan 29 ribu poundsterling untuk disalurkan kepada pemukim orang Inggris di Amerika Utara.

Lalu, pada pertengahan 1700-an, politisi Massachusetts membentuk lotre untuk membantu pengumpulan uang demi pertahanan melawan pasukan Prancis.

Tidak hanya itu, melansir dari History, para koloni di abad ke-17 dan ke-18 juga menggunakan lotre untuk mendanai perpustakaan, membangun pemukiman, bagunan umum, jalan, gereja, perguruan tinggi, dan mendanai Revolusi Amerika.

Setelah revolusi, lotre tetap populer di Amerika Serikat (AS). Bahkan, negara-negara bagian tetap menggunakan lotre untuk mendanai proyek, seperti yang dilakukan saat masa koloni.

4. Harvard University

Para siswa mengibarkan spanduk udara bertuliskan

Menurut History, lotre juga mendanai beberapa perguruan tinggi elit di Amerika Serikat yang tergabung dalam kelompok The Ivy League.

Secara rinci, Vox mengungkapkan bahwa Yale University, Harvard University, Brown University, Dartmouth College, dan Princeton University adalah universitas elit yang tumbuh berkat lotre.

Tidak hanya kelima universitas tersebut, badan legislatif New York, AS bahkan disebut mengadakan banyak lotre untuk mendanai pembangunan Columbia University.

5. Faneuil Hall

Melansir dari CBS News, sebagian besar Faneuil Hall di AS mengalami kebakaran pada 18 Januari 1761. Setelah peristiwa tersebut, Faneuil Hall kembali dibangun dengan dana yang sebagian besar diperoleh dari lotre yang disahkan negara.

Menurut laman Boston Tea Party Ships and Museum, tiket lotre ditandatangani oleh John Hancock. Ketika dibuka kembali, Patriot James Otis menyampaikan pidato yang mendedikasikan Faneuil Hall sebagai “perjuangan kebebasan”. https://kasikan12.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*